Survey Kepuasan Pelayanan

Selayang Pandang

Suatu pendidikan bermutu tergantung pada tujuan dan yang akan dilakukan dalam pendidikan. Definisi pendidikan bermutu harus mengakui bahwa pendidikan apapun termasuk dalam suatu sistem. Mutu dalam beberapa bagian dari sistem mungkin baik, tetapi mutu kurang baik yang ada di bagian lain dari sistem, yang menyebabkan berkurangnya mutu pendidikan secara keseluruhan dari pendidikan. Hal sama juga berlaku di institusi pendidikan, tak terkecuali pendidikan tinggi, termasuk Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Dharma Husada Bandung. Di tengah kompetisi antar-perguruan tinggi, kepuasan layanan dalam berbagai variannya, pada dasarnya bertujuan tidak sekedar memberikan rasa puas pada mahasiswa sebagai konsumen, tetapi berbagai layanan yang ada juga berkontribusi meningkatkan berbagai prestasi mahasiswa, baik di bidang akademik maupun non akademik. Definisi mutu layanan berpusat pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan serta ketepatan penyampainya untuk mengimbangi harapan pelanggan. Kualitas jasa adalah tingkat keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan pelanggan (Tjiptono dan Diana, 2003).

Mutu pelayanan diketahui dengan cara membandingkan harapan / kepentingan pelanggan atas layanan yang ideal dengan layanan yang benar-benar mereka terima. Menurut Feigenbaum (1996) mutu merupakan kekuatan penting yang dapat membuahkan keberhasilan baik di dalam organisasi dan pertumbuhan lembaga, hal ini juga bisa diterapkan di dalam penyelenggaraan pelayanan mutu pendidikan. Selanjutnya jika mutu dikaitkan dalam penyelenggaraan pendidikan maka dapat berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang menyatakan bahwa penjaminan mutu adalah wajib baik internal maupun eksternal. Peningkatan layanan dari waktu ke waktu ini penting, karena sebagaimana dikutip Dwi Aryani dan Febrina Rosinta (2010) dari Castro dan Armario, loyalitas pelanggan tidak hanya meningkatkan nilai dalam bisnis, tetapi juga dapat menarik pelanggan baru.

Berbagai perkembangan dan kemajuan yang diraih STIKes Dharma Husada Bandung, ini di satu sisi menjadi kebanggaan yang patut disyukuri, tetapi di sisi lain, membawa beban yang berat, yaitu bagaimana agar universitas terbesar di Pantura Timur Jawa Tengah ini bisa semakin berkembang danberkontribusi dalam membangun pembangunan dan peradaban bangsa.

Kepuasan Mahasiswa Terkait untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa terhadap layanan baik akademik maupun non akademik yang diberikan oleh pihak STIKes Dharma Husada Bandung, maka pada 2015 pihak STIKes Dharma Husada Bandung melakukan survei persepsi dan kepuasan mahasiswa. Ada beberapa hal penting yang ingin dijawab dari survei ini:

  1. Untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan yang diperoleh.
  2. Untuk mengetahui apa saja layana yang perlu ditingkatkan di masa-masa mendatang.
  3. Meminta masukan dari mahasiswa untuk perbaikan sarana dan prasarana yang ada.

Manfaat Survei

Ada beberapa manfaat dari survei persepsi dan kepuasan mahasiswa ini:

  1. Sebagai bahan masukan untuk pengembangan dan perbaikan layanan kepada mahasiswa.
  2. Pelibatan mahasiswa dalam upaya pengembangan dan perbaikan institusi.
  3. Sebagai dokumen penjaminan mutu perguruan tinggi.

Metode Survei

Survei persepsi dan kepuasan mahasiswa ini menggunakan metode random sampling, dengan menyebarkan angket survei untuk diisi mahasiswa. Survei melibatkan sekitar 350 mahasiswa dari berbagai Program Studi (Prodi).

Hasil Survei

Dari survei persepsi dan kepuasan mahasiswa ini, terlihat bahwa sebagian besar mahasiswa STIKes Dharma Husada Bandung mengakui bahwa layanan yang didapatkan sudah baik. Meskipun begiru, kendati begitu, masih ada juga masukan-masukan dari mahasiswa yang tujuannya agar universitas ini semakin baik dan maju ke depannya.

HASIL SURVEY KEPUASAN PELAYANAN